Senin, 04 Februari 2019

Azzahra Khoirunnisa -Sosok Juara 3 Lomba Tahfidz se-karesidenan Surakarta

Azzahra Khoirunnisa
Siswi kelas 5 MIT Lailatul Qodar Kenep Sukoharjo meraih juara 3 lomba Tahfidz se Karesidenan Surakarta.

Lomba ini di selenggarakan di SMPIT Darul Hidayah Sukoharjo

Untk mendapatkan juara 3 ini. Azzahra berkompetisi dengan puluhan peserta terbaik perwakilan Madrasah-madrasah Negri dan Swasta di berbagai wilayah Surakarta dan harus bisa menebak surat di juz 29 dan 30 Serta  menyambung ayat yang di bacakan oleh dari dewan juri

Azzahra dapat dengan mudah mengikuti kompetisi ini karena peran orang tua dan ustadz ustadzah, baik di rumah Tahfidz Ataupun di tempat belajarnya di MIT Lailatul Qodar Kenep Sukoharjo

Selain Azzahra yang menang dalam katagori lomba Tahfidz juz 30 dan 29, ada juga kategori lomba yang dimenangkan oleh perwakilan MIT Lailatul Qodar Kenep Sukoharjo yaitu Lomba Cerdas Cermat Islam. Di kategori lomba CCI ini MIT Lailatul Qodar meraih *juara 3* adapun siswa/siswi yang berkompetisi dalam lomba ini adalah
Khoirunnisa nazla'ula, Maula Nisa jamila dan Zaidah nafi khoirunnisa.
Mereka adalah Siswi kelas 6 MIT Lailatul Qodar kenep Sukoharjo yang sudah hafal juz 28,29 dan 30 bahkan atas nama Nazla sudah hafal juz 27 melampaui Target yang di berikan oleh MIT Lailatul Qodar Kenep Sukoharjo

Di MIT Lailatul Qodar Kenep Sukoharjo memiliki program Unggulan yaitu
Madrasah Tahfidzul Qur'an lulus Hafal 3 juz.
Jadi setiap hari  siswa dan siswi akan mendapatkan Pelajaran Tahfidz guna menambah hafalan nya. Adapun para pengajar di MIT Lailatul Qodar Kenep Sukoharjo terdiri dari
Ustadz ustadz Hafidz Qur'an,sarjana, Magister dan Alumni pondok pesantren.

Ingin anak nya Juara dan Hafal Al Qur'an seperti mbak Azzahra ...?
Serta memiliki Akhlak yang baik serta taat beribadah dan berbakti kepada Orang Tua...?

Ayo segera Daftarkan putra putri Bpk/ibu di MIT Lailatul Qodar Kenep Sukoharjo
Alamat
*Kawasan Desa Wisata Kreatif Kenep Sukoharjo*

Pendaftaran di layani setiap hari pada jam kerja (jam 07.00-14.30)

Contak person
Sahid
085740597092

Baarakallahu fiikum 🤲🏼🌿

Kamis, 31 Januari 2019

MEMBANGGAKAN : Heri Subagyo -Pembuat Liontin Asal Sukoharjo

MEMBANGGAKAN: Heri Subagyo -Pembuat Liontin Asal Sukoharjo

Heri Subagyo adalah pengrajin Liontin dari limbah kayu & Resin.
Beliau berharap dengan usahanya ini bisa memberi inspirasi bagi kaum muda untuk terus berkarya.
Harapan lainya bahwa dengan usaha pembuatan liontin ini bisa membuka lapangan kerja untuk orang disekitar rumahnya.

Jangan lupa Subcribe ya ...!

https://youtu.be/wTZg09fCSzY

Rabu, 20 Juni 2018

Tak Ada Regenerasi!Kini Saatnya Tagar #IndonesiaButuhPetani Wajib diviralkan

Tak Ada Regenerasi! Ini Saatnya Tagar Indonesia Butuh Petani Wajib Diviralkan

boombastis.com
Jun 16, 2018 6:06 PM

Terus berinovasi dan mengaplikasikannya di lapangan secara nyata, kapan Indonesia mampu berjaya di pertanian lagi?

“Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman,” begitulah sepenggal lirik dari lagu Koes Plus yang seolah membanggakan Indonesia sebagai negara agraria. Sayangnya tak semanis lirik lagu, kini Indonesia sedikit demi sedikit mulai ‘kelelahan’ memenuhi permintaan pangan negeri sendiri. Meski telah banyak kebijakan yang diharapkan bisa menyelamatkan pertanian Indonesia, namun nyatanya jalur impor masih jadi favorit tiap terjadi kekurangan bahan pangan. Haruskah negeri ini terus menerus mengandalkan negeri sahabat sebagai pemasok pangan di tanah air?

Tak bisa disangkal jika gencarnya modernisasi memang sedikit banyak mengambil pengaruh dalam kemunduran pertanian Indonesia. Perkembangan jaman memang membawa kita menemukan berbagai teknologi yang membantu budidaya makin mudah dan gampang. Namun sayangnya hal ini pun harus beriringan dengan berbagai faktor yang makin besar menggerus sektor pertanian Indonesia. Dan jika ini terus menerus dibiarkan tak heran jika nama negara agraria takkan lagi dimiliki Indonesia.

Alih fungsi lahan yang makin menggila

Salah satu faktor besar yang membawa keterpurukan pertanian adalah adanya alih fungsi lahan yang makin meluas. Kini makin banyak bangunan didirikan di kota-kota di seluruh penjuru tanah air. Beragam perumahan dengan berbagai tipe, apartemen dan pusat perbelanjaan makin menjamur di mana-mana. Di pusat perkotaan makin sulit untuk menemukan pemandangan hijau, bahkan di pedesaan, tegalan dan sawahpun makin banyak yang berubah wujud menjadi pemukiman.

Alih fungsi lahan yang makin menggila
Alih fungsi lahan yang makin menggila [sumber gambar]
Lahan produktif yang makin terjepit pun tak lagi subur seperti dulu. Polusi perkotaan membawa dampak pada tanah pertanian di sekitarnya. Hasilnya? Petani harus bergantung dengan pupuk kimia untuk mempertahankan hasil. Padahal pemakaian dengan jangka panjang malah berdampak buruk pada kondisi tanah dan menjadikan panen makin bergantungan dengan asupan pupuk peningkat kesuburan. Dilema.

Tak ada greget untuk jadi petani

Di anggap sebagai pekerjaan kasar dan kurang elite untuk sebagian orang. Begitulah, image tentang petani yang membuatnya semakin sedikit dilirik sebagai profesi impian. Bahkan saat ini 61% para petani Indonesia berusia di atas 45 tahun, ini membuktikan pertanian masih dikuasai pemain lama dan belum banyak tergantikan dengan generasi muda. Modernisasi memang tak hanya berpengaruh dari segi sumber daya alam yang kita miliki, namun juga mendoktrin pola pikir masyarakat untuk memilih profesi yang lebih ‘praktis’ dari menjadi seorang petani.

Tak ada greget untuk jadi petani [sumber gambar]
Tak ada greget untuk jadi petani [sumber gambar]

Padahal berprofesi menjadi petani sebenarnya tak melulu bergumul lumpur dan bekerja di bawah terik matahari terus kok! Dengan kemajuan teknologi, sudah banyak pertanian yang menerapkan mesin modern yang memberi banyak kemudahan untuk melakukan budidaya. Bisnis pertanian pun tak melulu merugi, dengan kecermatan melihat pasar bisa dipastikan menjadi pelaku usaha di bidang pertanian merupakan bisnis menarik yang bisa menjadi jalan menuju kemakmuran!

Banyak lulusan pertanian yang ‘salah kamar’

‘Salah kamar’, dikiaskan demikian ketika banyak generasi muda lulusan pertanian yang beralih profesi di dunia non-agro. Berdasarkan data, hanya ada delapan persen lulusan pertanian di bawah 35 tahun yang berkecimpung di dunia pertanian dan sisanya bekerja di sektor lain, dilansir BBC (07/09). Alasannya, disebutkan karena citra dari sektor pertanian yang kurang bernilai ekonomi tinggi. Hal ini yang kemudian menjadikan lulusan pertanian banyak banting setir memilih sektor perbankan sebagai ladang pencarian mereka.

Banyak lulusan pertanian yang ‘salah kamar’ [sumber gambar]
Banyak lulusan pertanian yang ‘salah kamar’ [sumber gambar]

Tak harus bekerja kasar, lulusan sarjana pertanian seharusnya lebih dituntut sebagai pemikir, manager yang mengorganisir perencanaan budidaya dan bukannya terjun langsung ke lapangan. Berbagai bisnis yang menunjang pertanian on farm pun bisa jadi lahan penghasilan yang menjanjikan jika dikelola dengan baik. Seperti dalam hal pemasaran sarana prasarana budidaya, pengolahan pasca panen, juga menerapkan inovasi baru guna meningkatkan kualitas produk untuk hasil panen yang bernilai tinggi.

Indonesia sebagai negara agraria seharusnya berbangga dengan kekayaan yang dimilikinya. Namun jika tak ada pelaku yang mau mengolah, tentu kebanggaan ini akan sia-sia. Mungkin Indonesia mulai berkaca pada negara tetangga seperti Thailand. Dengan wilayahnya yang sempit, mereka mampu berdaya dari sektor pertaniannya. Terus berinovasi dan mengaplikasikannya di lapangan secara nyata, kapan Indonesia mampu berbuat demikian? Mungkin ini saatnya tagar Indonesia Butuh Petani perlu diviralkan!

Jumat, 01 Juni 2018

Baju Nnak Cewek Murah



Baju anak cewek murah 


Baju anak cewek


Toko KITA Collection Majasto menyediakan Grosir berbagai fahion terutama Busana muslim.

Berikut beberapa produk kami  hijab/jilbab,Gamis,Gamis Sarimbit,Baju koko anak,sandal,Cadar,Kemeja,baju koko,Celana panjang dan masih banyak lg yg lainya

#LANGSUNG Konveksi🖒

#Untuk harga lebih murah silahkan datang langsung ke Toko 😇

----------

Silahkan tanya-tanya via wa klik dibawah 

1-->  Bit.ly/CS1KitaCollection


2 --> Bit.ly/CS2KitaCollection


Atau ke fanpages KITA Collection Majasto klik dibawah

--> Bit.ly/KITACollectionMajasto


Yg mau gabung grup wa klik dibawah 

-->Bit.ly/GrupWaKitaCollectionMajasto

 

Yg mau langsung ke toko silahkan cek di Google map 

--> goo.gl/maps/pTjnbPpLHYy


#Siap kirim ke Solo,Klaten,Yogya,Kudus,Pekalongan,Sukabumi,Banda Aceh,Jakarta dan kota lainya 


Kalau diandaikan Majasto bisa dibayangkan seperti Klewer 'nya Sukoharjo atau bahkan seperti tanah abang 'nya Jakarta 

Rabu, 17 Januari 2018

Serat Rayon PT.RUM

Serat Rayon,
Dari bubuk kayu dicampur bahan kimia. Saat pencampuran menimbulkan reaksi kimia yg menghasilkan gas beracun berbau spt septic tank bocor.
Kabar nya serat Rayon adalah kain dg kualitas terbaik.
Sangat betul krn H2S itu lebih berat dari O2, maka ketika hujan turun H2S ikut turun ke bumi. Karakter H2S tidak bisa teruarai oleh O2 dan air (H2O) maka ketika turun baunya tambah menyengat sekali dan masuk ke dalam tanah juga tidak bisa teruarai, jika ini terjadi secara terus menerus maka akan mencemari tanah dan air tanah atau sumur, shg air sumur akan bersifat asam dan tidak bisa lagi digunakan sbg air minum, bahkan utk mandi. Hanya bisa utk mencuci ITU pun jika kontak langsung dgn air maka tangan menjadi gatal. H2S (Dihidrogen Sulfida) juga disebut acr umum Asam Sulfida) campuran dari soda api, chlorine dan CS2 (KARBON DISULFIDA) SANGAT BAYAHA KRN BERDAYA LEDAK TINGGI, MUDAH TERBAKAR DLM PANAS 45C. ZAT KIMIA INI DIBAWAH NUKLIR DAN ADA DI PT RUM. MAKA SEHARUSNYA PABRIK RAYON ITU TIDAK BOLEH DEKET DGN PEMUKIMAN WARGA MINIMAL 20KM HARUS STERIL DARI PEMUKIMAN WARGA. JIKA SUATU SAAT ADA HUMAN ERROR ATAU kejadian alam spt gempa bumi dan CS2 YANG DISIMPAN OLEH PT RUM RETAK DARI WADAHNYA BISA MELEDAK DENGAN JANGKAUAN LEDAKAN HINGGA 10KM.

Rabu, 03 Agustus 2016

Silahkan Disimpan lurr Silsilah Keturunan yang Hampir Punah

Yang pergi ke Jawa wajib belajar ilmu ini Abah...��_Dalam Keluarga *Jawa*, biasanya anak menyebut orang tuanya dengan sebutan Bapak dan Ibu. Orang tuanya Bapak dan ibu disebut  Eyang (Kakek/Nenek dlm bhs Indonesia)_. *Orang tua Eyang disebut apa..?* dst., dst., dst.

# ✍ Berikut adalah istilah untuk *_level keturunan (ke bawah)_* & *_level leluhur (ke atas)_* _sampai urutan ke-18_ dalam Bahasa Jawa:����

» *URUTAN KE ATAS :* ��

Moyang ke-18. Eyang Trah Tumerah
Moyang ke-17. Eyang Menyo -menyo
Moyang ke-16. Eyang Menyaman
Moyang ke-15. Eyang Ampleng
Moyang ke-14. Eyang Cumpleng
Moyang ke-13. Eyang Giyeng
Moyang ke-12. Eyang Cendheng
Moyang ke-11. Eyang  Gropak Waton
Moyang ke-10. Eyang Galih Asem
Moyang ke-9. Eyang Debog Bosok
Moyang ke-8. Eyang Gropak Senthe
Moyang ke-7. Eyang Gantung Siwur
Moyang ke-6. Eyang Udheg-udheg
Moyang ke-5. Eyang Wareng
Moyang ke-4. Eyang Canggah
Moyang ke-3. Eyang Buyut
Moyang ke-2. Eyang (kakek/nenek dlm bhs Indonesia)
Moyang ke-1. Bapak/Ibu

» *DILIHAT DARI POSISI KITA :* ��

Urutan Kebawah. :
Keturunan ke-1. Anak
Keturunan ke-2. Putu,
Keturunan ke-3. Buyut.
Keturunan ke-4. Canggah
Keturunan ke-5. Wareng
Keturunan ke-6. Udhek-udhek
Keturunan ke-7. Gantung siwur
Keturunan ke-8. Gropak Senthe
Keturunan ke-9. Debog Bosok
Keturunan ke-10. Galih Asem
Keturunan ke-11. Gropak waton
Keturunan ke-12. Cendheng
Keturunan ke-13. Giyeng
Keturunan ke-14. Cumpleng
Keturunan ke-15. Ampleng
Keturunan ke-16. Menyaman
Keturunan ke-17. Menyo2.
Keturunan ke-18. Tumerah.

_Silahkan disimpan saudara2ku ini peninggalan leluhur yang nyaris terlupakan_..

Minggu, 30 Agustus 2015

Foto Pemandangan Indah Pohon Dengan Background Bulan

Foto Pemandangan Indah Pohon Dengan Background Bulan Purnama pada waktu subuh yang diambil di Ngadirejo, Watubonang,Tawangsari, Sukoharjo

Jumat, 28 Agustus 2015

Nguter Jadi Pilihan Pengembangan Industri

Desa Nguter, Yang Akan Dijadikan Zona Industri
INFOSUKOHARJO.COM-SUKOHARJO-Banyaknya investor berskala besar dan menengah, yang melirik zona industri di wilayah Nguter, Sukoharjo. Membuat Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, berencana akan memperluas zona industri di wilayah Kecamatan Nguter, di sisa masa jabatannya sampai dua tahun mendatang.

Bupati ingin menambah zona industri tersebut, yang sekarang hanya  seluas 352 hektare, menjadi ribuan hektare kedepannya. Hal tersebut akan dilakukan dengan cara merubah Perda RTRW [rencana tata ruang tata wilayah], kemudian di ajukan ke pusat.
Menurutnya, zona Industri Nguter saat ini sudah seharusannya diperluas. Dikarenakan luas zona industri yang ada sekarang, sebagian besar sudah digunakan oleh tiga investor besar yaitu PT Hidup Baru Plasindo, PT Sampoerna Tbk, PT Rayon Utama Makmur (RUM) yang merupakan bagian dari Sritex Group.

Dan juga, terdapat beberapa investor sekala menengah yang memerlukan zona industri. Desa Pengkol, Celep, Plesan, Kedungwinong dan Gupit (Nguter), merupakan pilihan pengembangan zona industri di Nguter bagi investor.

Pemkab Sukoharjo sendiri menyatakan “welcome” terhadap investor yang ingin memanfaatkan Zona Industri tersebut. Dikarenakan  daerah tersebut adalah lahan kering yang tidak cocok untuk pertanian, dan kontur tanahnya sedikit berbukit.

Dengan masuknya para investor, nantinya dapat meningkatkan pembangunan di wilayah tersebut. Dengan syarat, bagi para investor yang mendirikan perusahaan harus mampu menyerap tenaga kerja sekitar 60-70 persen dari wilayah Sukoharjo sendiri.

Zona industri di Nguter dinilai oleh, Sri Hartati, Kepala Kantor Penanaman Modal Kabupaten Sukoharjo, bahwa Zona Industri Nguter semakin menggeliat. Dan pihaknya selalu mempromosikan zona tersebut kepada para investor di berbagai kesempatan. (Agung)

Rabu, 15 Juli 2015

Selamat Hari Jadi Sukoharjoku

Selamat Hari Jadi Sukoharjoku
Kota kecilku dimana aku dilahirkan
Semoga akan menjadi kota yang makmur
Dan selalu makmur.

Dirgahayu Sukoharjo

Dirgahayu Sukoharjo
Selamat Ulang Tahun Sukoharjo
Semoga menjadi kota yang semakin makmur.

Sabtu, 04 April 2015

Para Pemburu Akik Lavender Ancam Kawasan Gunung Bapang di Sukoharjo

detikNews
Sukoharjo - Jika Pemerintah tidak
segera turun tangan, eksploitasi
lingkungan akibat demam batu
akik dikhawatirkan akan semakin
parah. Di Sukoharjo, warga
membongkar pegunungan batu
tanpa menghindahkan resiko
kerusakan lingkungan demi
menambang batu mulia jenis
lavender yang terdapat di puncak
salah satu bukit dari jajaran bukit
di Pegunungan Seribu.
Dua pekan lalu Wanto, 32 tahun,
menemukan batu lavender di
puncak Gunung Bapang, salah
satu bukit dari jajaran bukit batu
cadas di Pegunungan Seribu yang
memanjang dari kawasan
Sukoharjo hingga Wonogiri.
Batu yang biasa diinjak saat
mencari rumput pakan ternak
lepas dan menampilkan warna
keunguan itu kini diburu. Wanto
tahu bahwa itu batu lavender,
salah satu jenis batu akik yang
saat ini sedang digandrungi
banyak orang.
Gunung Bapang berada di Dusun
Ngemplak, Desa Kedungsono,
Bulu, Sukoharjo, Bukit batu yang
menjulang tersebut bukan bukit
yang berdiri sendiri. Banyak bukit-
bukit lain yang berjajar
memanjang dari Sukoharjo hingga
Wonogiri atau yang biasa disebut
Pegunungan Seribu, pegunungan
yang terjadi karena gejala tektonik
atau kerak bumi yang terangkat ke
atas permukaan.
Semenjak Wanto menemukan
potongan batu itu, penggalian di
Gunung Bapang tersu dilakukan
secara liar oleh warga dari
berbagai tempat yang
berdatangan. Tidak ada
pengawasan atau arahan. Warga
menggali sesuai maunya.
Karena itu dikhawatirkan timbul
kecelakaan kerja atapun bahaya
longsor dan banjir yang bisa
mengancam pemukiman warga di
bawahnya, polisi setempat lalu
melarang penambangan. Jalan
menuju lokasi diberi pita larangan
melintas.
Tapi bukan berarti penambangan
berhenti. Belasan warga setempat
masih terus melakukan
penambangan.
"Yang dilarang itu kan warga luar
desa. Kalau kami yang tetap saja
bisa. Polisi juga sering datang
tapi tidak melarang. Sekitar 15
warga desa kami yang setiap hari
menambangm terbagi dalam
beberapa kelompok," ujar Wanto
saat ditemui usai menambang.

Kamis, 12 Februari 2015

Senin, 12 Januari 2015

Gambar Dp Bbm-Orang Paling Setia Dan Perhatian Orang Sukoharjo

Gambar Dp Bbm-Orang Paling Setia Dan Perhatian Orang Sukoharjo

Kaos Sukoharjotheherbalcity

Harga @60
Cod Tawangsari
Pin 74E99097

Jadi yang mau Membantu Sukoharjo theherbal city menjadi kota Jamu monggo disebarluaskan

Kamis, 20 November 2014

UMK Jawa Tengah 2015


Gubernur Jateng Bapak Ganjar
Pranowo secara resmi menetapkan
UMK Jateng tahun 2015 hari ini Kamis,
20 November 2014. UMK ini berlaku
per tanggal 1 Januari 2015 dan
pengajuan penangguhan pembayaran
UMK 2015 paling lambat 10 hari
sebelum berlakunya UMK 2015,
Berikut daftar UMK untuk wilayah Solo
Raya dan kota - kota besar di Jawa
Tengah.
Solo Raya :
1. Sukoharjo Rp. 1.223.000,-
2. Surakarta Rp. 1.;222.400,-
3. Klaten Rp. 1.170.000,-
4. Wonogiri Rp 1.101.000,-
5. Karanganyar Rp. 1.226.000,-
6. Boyolali Rp. 1.197.800,-
7. Sragen Rp. 1.105.000,-
Beberapa Kota lain di Jawa Tengah
1. Kota Semarang Rp. 1.685.000,-
2. Kab. Semarang Rp. 1.419.000,-
3. Salatiga Rp. 1.287.000,-
4. Kota Cilacap Rp. 1.287.000,-
5. Kota Magelang Rp. 1.211.000,-
6. Kota Pekalongan Rp. 1.291.000,-
7. Banyumas Rp. 1.100.000,-
Info Sukoharjo
Silakan di Share untuk berbagi
informasi.

Senin, 08 September 2014

Sukoharjo the Herbal City

Sukoharjo The herbal city
Sukoharjo the Herbal City
Dukung Kami untuk menguatkan kembali identitas Sukoharjo sebagai Kota Jamu_Kutha Jamu_The Herbal City.
Sebarkan identitas Sukoharjo #TheHerbalCity ke berbagai grup,forum,Sosial Media maupun melalui BC BBm
Invite teman-teman dan saudara kita ke grup ini.
Baik yang di Sukoharjo maupun di Luar Sukoharjo yang sedang di Perantauan

Bangkitkan kembali Identitas Sukoharjo sebagai kota Jamu.Beritahukan kepada Indonesia dan dunia bahwa Jamu berasal dari Sukoarjo.
Monggo Lurr.....